Skip to main content

5 Cara Soda Merusak Kesehatan Anda

http://ghiboo.com/assets/modules/article/images/big/200483467-001-4f9a208faec5c.jpg

KOMPAS.com -
Minuman ringan yang mengandung pemanis dan soda memang begitu menggoda saat dahaga. Minuman jenis ini tidak hanya digemari  oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sensasinya yang segar di tenggorokan membuat orang lebih suka memilih softdrink ketimbang menenggak air putih biasa.Tetapi di balik rasanya yang manis dan menyegarkan, Anda perlu waspada. Pasalnya, minuman ringan bisa mendatangkan ancaman bagi kesehatan apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak secara rutin dan dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah lima ancaman yang minuman ringan bagi kesehatan Anda, seperti dikutip newsmaxhealth:

1. Obesitas

"Minuman berpemanis adalah makanan khusus yang menurut penelitian klinis berkaitan langsung dengan kenaikan berat badan, "kata Dr David Ludwig, spesialis endokrinologi dari Universitas Harvard. Menurut Ludwig, gula dapat menyediakan sejumlah besar kalori, tetapi juga bisa menjadi lingkaran setan. "Gula cepat diserap, sehingga dapat meningkatkan gula darah dan ini menyebabkan kepanikan dalam tubuh," kata Ludwig.

"Ketika tubuh melepaskan insulin untuk memetabolisme gula dan menurunkan gula darah, tubuh merespon dengan melepaskan hormon yang disebut ghrelin - yang membuat seseorang merasa lapar - sehingga memicu untuk makan lebih banyak lagi," jelasnya.

Sebuah studi dari UCLA menemukan bahwa orang yang minum setidaknya satu soda sehari meningkatkan risiko kelebihan berat badan sebesar 27 persen bila dibandingkan dengan mereka yang tidak minum soda.

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada tahun 2011 dalam American Diabetes Association menemukan, mereka yang minum soda, lingkar pinggang meningkat sebesar 70 persen, dan mereka yang minum dua atau lebih soda sehari mengalami peningkatan 600 persen dalam lingkar pinggang mereka.

2. Penyakit jantung
Sebuah riset di Universitas Harvard menemukan bahwa menenggak 12-ounce (350 ml) minuman berpemanis setiap hari meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen. Bahkan penelitian yang baru saja dirilis University of Sydney menemukan bahwa anak yang minum setidaknya satu jenis minuman ringan setiap hari berisiko mengalami penyempitan arteri di bagian belakang mata, yang mengarah pada peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Studi dari para peneliti di University of Colorado Denver Health Sciences Center menemukan bahwa individu yang diet tinggi fruktosa - pemanis yang umum digunakan dalam minuman ringan - berisiko mengalami peningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga 87 persen. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam journal Circulation dari American Heart Association juga menemukan, orang yang minum satu atau lebih minuman ringan setiap hari 25 persen lebih mungkin untuk mengalami kondisi trigliserida tinggi dan 32 persen lebih mungkin memiliki tingkat kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah.

Riset lainnya, yang diterbitkan dalam Journal of General Internal Medicine menemukan, orang yang mengonsumsi minuman soda setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke hingga 44 persen.

3. Diabetes
Dalam temuan yang dipublikasikan The Nurses Health Study, peneliti mengamati lebih dari 90.000 wanita selama delapan tahun dan menemukan bahwa mereka yang minum setidaknya satu jenis minuman berpemanis setiap hari hampir dua kali lebih mungkin telah mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang konsumsi minuman manis. Beberapa ilmuwan di Rutgers percaya bahwa tingginya tingkat asupan fruktosa dapat memulai perkembangan diabetes di dalam tubuh.

4. Kanker
Peneliti di Inggris menemukan bahwa sodium benzoat, yang biasa digunakan untuk mencegah timbulnya jamur di dalam minuman ringan, memiliki kemampuan untuk mematikan bagian terpenting dari DNA seseorang. Hal ini bisa menyebabkan sirosis hati dan penyakit degeneratif lainnya, termasuk Parkinson. Tetapi bila dicampur dengan vitamin C, sodium benzoat bisa menghasilkan zat karsinogenik yang disebut benzena.
Ilmuwan dari India, di Tata Memorial Hospital menemukan sebuah korelasi yang sangat signifikan antara konsumsi soft drink dan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Bahkan zat pemanis buatan yang terdapat pada beberapa minuman ringan seperti aspartam, telah dikaitkan dengan risiko pengembangan kanker, seperti kanker pankreas, leukemia, limfoma, dan payudara.

5. Masalah paru


Para ilmuwan di Australia Universitas Adelaide mewawancarai lebih dari 16.000 orang selama dua tahun dan menemukan hubungan antara konsumsi minuman ringan dan asma serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Semakin sering seseorang mengonsumsi minuman ringan, semakin besar kemungkinan mereka menderita asma atau PPOK.

Comments

Popular posts from this blog

5 Sungai Paling Berbahaya di Dunia

1. Sungai Amazon :daftar pertama dari atas adalah Sungai Amazon. Sungai Amazon yang terletak di Amerika Selatan adalah yang terbesar dan paling berbahaya di dunia sungai karena panjang, lebar dan volume tipis. Bertanggung jawab atas sekitar 20% dari sungai di dunia mengalir ke lautan. Karena dimensi yang luas, kadang-kadang disebut Sungai Laut. Hal ini sangat besar sehingga tidak ada dua titik yang dapat dilewati oleh sebuah jembatan. Hal ini lebih dari 150 meter . Selama musim banjir, Amazon melebar untuk menutup bank-bank dan pulau-pulau di tengah sungai. Sungai Amazon dikenal karena gelombang pasang tinggi juga Spoiler for Sungai Amazon : 2. Sungai Kongo : The Sungai Kongo, sebelumnya dikenal sebagai Sungai Zaire , adalah di Afrika Tengah Barat. Ini adalah Afrika yang paling kuat kedua sungai dan sungai yang paling produktif di dunia. Ini adalah sekitar 2992 mil panjang. Sungai adalah salah satu di antara yang berbahaya karena masih...

5 Manusia Terlama di Luar Angkasa

Luar angkasa adalah barang baru bagi manusia. Berbagai percobaan dan usaha dilakukan untuk mengetahui apakah manusia mampu bertahan hidup di kondisi ekstrim tersebut. Hasilnya, tak jarang ada manusia yang tinggal lama di luar angkasa. Berapa lama mereka bertahan? Inilah daftar manusia bumi yang memiliki waktu tinggal terlama di angkasa luar. 1. Valeri Polyakov Valeri Vladimirovich Polyakov dinyatakan sebagai orang paling lama berada di luar angkasa. Mantan astronot Rusia kelahiran 27 April 1942 ini mencatat waktu terlama tinggal di luar angkasa dalam sejarah manusia. Dia berada di stasiun luar angkasa Mir selama 437 hari 18 jam alias 14 bulan dalam satu perjalanan ke luar angkasa. Hal ini dikombinasikan dengan perjalanan lainnya ke luar angkasa, sehingga total dia berada di luar angkasa adalah lebih dari 22 bulan. Valeri sendiri terpilih sebagai astronot pada 1972. Dia terbang pertama kali ke luar bumi menggunakan Soyuz TM-6 pada 1988. Valeri kembali ke bumi menggu...

5 Produk Digital yang Gagal dan Berumur Pendek

Akhir-akhir ini, begitu banyak teknologi bermunculan. Perusahaan-perusahaan berbasis teknologi informasi mencurahkan dana jutaan bahkan milyaran dollar Amerika untuk mengembangkan berbagai produk era digital. Namun, siapa sangka produk-produk ini ternyata gagal di pasaran. Dari berbagai produk-produk yang gagal di pasaran, berikut lima produk terakhir yang ditarik karena tidak mampu menarik hati konsumen: 1. HP TouchPad (2011) HP TouchPad merupakan tablet HP pertama yang bersistem operasi WebOS. WebOS merupakan sistem operasi terkemuka untuk Palm pada 2010 dengan nilai penjualan 1,2 Milyar Dollar Amerika. HP Touchpad diluncurkan pada 9 Februari 2011 dan mulai dikapalkan 1 Juli 2011. Mereka berharap tablet ini mampu menjangkau pasar personal dan profesional. HP TouchPad (Sumber: palminfocenter.com,uniknya.com) Namun, pada 18 Agustus 2011 tablet ini tutup usia karena tidak mampu bersaing di pasaran. Touchpad juga dianggap berniat memisahkan diri dari bis...